Thursday, February 9, 2017

Distorsi Adalah Sinyal Forex

Distorsi Verzögerung Dalam proses pengiriman Daten (transmisi) Dari komputer satu dengan komputer gelegen atau Lebih luas lagi Dari Jaringan Suatu kota ke kota gelegen, kemungkinan terjadinya gangguan Dari proses tersebut Pasti ada. Hal ini dikarenakan adanya gangguan pada medienübertragung itu sendiri atau gangguan dari luar. Gangguan Yang Mungkin Terjadi Pada sinyal analoge akan mengakibatkan kualiatas sinkt yang diterima tidak lengkap sehingga menurunkan kualitas Daten. Sedangkan pada sinyal digitale, kemungkinan dapat terjadi Datenfehler artinya binäre 82161 akan menjadi binäre 82160 dan sebaliknya, yang mengakibatkan kesalahan Daten. Gangguan yang sering terjadi pada proses transmisi Daten diantaranya adalah Attenuation Attenuation Verzerrung dan Delay Verzerrung. Distorsi Attenuation adalah pelemahan kekuatan Dari sinyal Yang dikirim oleh Sender dikarenakan jarak Yang Jauh melalui Medien transmisi, sehingga sinyal Yang diterima oleh reciever lemah. Halogen ini dapat diatasi dengan pemasangan Verstärker yang dapat memperkuat sinyal diantara Übermittler dan reciever. Laufzeitverzerrung adalah pemotonganpelemahan fasa, dimana fasa atau Waktu Yang diperlukan sinyal untuk melewati Medien transmisi dilemahkan, terjadi akibat kecepatan sinyal Yang melalui Medium berbeda-beda, sehingga sinyal Yang dikirimkan Sender ke reciver Akan cenderung Lebih Lama. Distorsi (Verzeichnung) adalah pemotongan, pelemahan dan penghancuran sinyal. Verzögern. Fase, penundaan, selang, penundaan suatu proses, adalah masa atau waktu yang diperlukan oleh sinyal untuk melewati medien komunikasi atau transmisi. Distorsi Verzögerung (Delay Distortion) adalah pelemahan fase sinyal dalam melewati Medien transmisi Dari Sender (pengirim) ke Empfänger (penerima) sehingga Waktu Yang diperlukan Akan sedikit Lebih Lama. Distorsi Verzögerung jbdb juga distorsi fasa dinyatakan dalam satan milisecond atau microsekunde di sekitar frekuensi referensi. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN Keuntungan Efek distorsi Verzögerung yang menguntungkan diaplikasikan pada industri musik dan elektronik. Misalnya pengolahan digitale Audio-Digital-Roboter. Pada gambar 1 Stück Z-D merupakan komponen elemen Verspätung (a) adalah komponen Abschwächer (pelemah). Secara Hardware komponen Verzögerung dapat diwakili oleh kompoen Flip-plop (D-Flipflop). Beberapa Komponen Verzögerung Yang Dipasang bekerja Membrane Rangkaian Shift-Register Yang Panjang (Puffer). Makin panjang ukuran Puffer Yang Digunakan Makin Lama Pula Waktu Yang Dibutuhkan Xn untuk mencapai Yn. Kerugian Distorsi Verzögerung yang merugikan misalnya pada proses transmisi Daten, lebih tepatnya adalah transmisi Daten digital. Distorsi Verzögerung Yang terjadi Pada proses transmisi Daten dengan menggunakan Medien transmisi Führung seperti kabel, Gangguan ini sangat Kritis terjadi Pada Daten digital, bila Suatu rangkaian Bit Sedang ditransmisikan, baik dengan menggunakan Signal Analogdigital, bisa mengakibatkan posisi Bit melenceng ke Bit Yang Lain Yang mengakibatkan kerusakan Atau kesalahan Daten. Untuk mengatasi ganguan distorsi Verzögerung digunakan Teknik Equalisasi dan pemasangan peralatan Repeater di antara Sender dan receiver. Distorsi Pesan dalam Komunikasi Organisasi Komunikasi merupakan aktifitas Dari Manusia. Dengan berkomunikasi, Manusia dapat Saling berhubungan satu sama gelegen baik dalam kehidupan sehari-hari seperti di Tempat kerja, dalam kegiatan Pendidikan atau di mana saja Manusia berada. Tidak adi manusia yang tidak terlibat dalam komunikasi. Sumber konflik terbesar antar-perseorangan mungkin utamanya disebabkan oleh buruknya Komunikasi atau adanya distorsi dalam penyampaian pesan antara Komunikator dengan komunikan Pada sebuah relasi. Oleh sebab itu, manusien menggunakan kurang lebih 70 waktu yang dipunyainya untuk berkomunikasi. Singkatnya, tidak ada manusia yang mampu überleben tanpa berkomunikasi. Pentingnya peran komunikasi bagi kehidupan grundlegende manusia tidaklah dapat dipungkiri. Begitu juga halnya bagi proses berorganisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik, seluruh proses dalam organisasi dapat berjalan lancar dan berhasil. Dan begitu pula sebaliknya, kurang atau bahkan tidak adanya aksi komunikasi dalam sebuah organisasi mudah menyebabkan kegagalan insgesamt bagi keseluruhan proses organisasi itu sendiri. Informasi dan ide-ide dapat disampaikan melalui penyampanischen arti dari satu orang kepada orang lain. Komunikasi lebih dari sekedar penyampaian arti8212menciptakan kesepahaman juga adalah taschende terinti. Komunikasi Yang sempurna adalah Ketika Suatu pemikiran atau Gagasan ditransmisikan sehingga pesan dapat diterima dan diinterpretasikan oleh si penerima sama dengan apa yang diinginkan oleh si pengirim pesan. Komunikasi yang efektif sangat penting bagi semua organisasi tanpa terkecuali. Oleh karena itu, para pimpinan Organisasi sebagai der Kern Kommunikator dalam sebuah Organisasi Perlu memahami dan menyempurnakan kemampuan Komunikasi Mereka Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian pesan. A. Pengertian ketepatan dan distorsi pesan Ketepatan komunikasi menunjukkan kepada kemampuan orang untuk mereproduksi atau menciptakan suatu pesan dengan tepat. Dalam komunikasi, istilah ketepatan digunakan untuk menguraikan tingkat persesuaian der antara pesan yang diciptakan oleh pengirim dan reproduksi penerima mengenai pesan tersebut. Atau dengan kata lain tingkat penyesuaian kunsti pesan yang dimaksudkan oleh si pengirim dengan arti yang diinterpretasi oleh si penerima. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa informasi dan arti pesan Berubah Dari Apa Yang Dimaksudkan, Ketika Pesan Itu Melewati Individu-Individuum dalam jaringan komunikasi. Proses komunikasi ke bawah, ke atas, waagerechte dan berbagai arah ada yang terjadi dengan cara yang simultan, secara seri atau berantai. Pesan yang didistribusikan dengan cara yang gleichzeitiger mudah terkena perubahan als distorsi bila dibandingkan dengan komunikasi zwischenmenschliche. Faktor Persönliches Yang Memengaruhi Distorsi Ada sejumlah prinsip yang mereflesikan faktor-faktor persönliches yang memberikan kontribusi pada distorsi pesan. Faktor-faktor ini biasanya berasal dari konsep kita mengenai komunikasi sebagai tingkah laku dan proses. Suatu tingkah laku komunikasi melibatkan alat indra seperi penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan dan perasa. Pada suatu saat kita akan dikejutkan oleh bermacam-macam keterbatasan kita dalam proses komunikasi baik yang datang dari luar maupun dari dalam kita sendiri. Faktor utama yang memberikan kontribusi pada distorsi pesan dalam proses komunikasi, adalah persepsi kita mengenai proses komunikasi tersebut. 1. Anggota Organisasi Mengamati Sesuatu Secara Seleksi. Secara fisiologis, indera manusia memiliki keterbatasan dalam penggunaannya. Terkadang, pemusatan perhatian terhadap Stimulus hanya Mampu dilakukan oleh satu indra tertentu sehingga ketidakmampuan Manusia untuk melakukan Multi-Tasking atau pemusatan dua atau Lebih indra di saat Yang bersamaan Mampu mengakibatkan distorsi pesan Yang fatal. Misalnya, jika seorang Mitglieder Nutzer Organisasi Sedang memikirkan Secara keras kondisi keluarganya, Akan sangat mungkin ia mengacuhkan Informasi sekilas Dari Rekan kerjanya Yang memintanya untuk menemui pimpinan Perusahaan. Karena adanya kecenderungan Manusia untuk memusatkan perhatian dengan menyeleksi pesan-pesan Yang tertangkap oleh indranya, menjadikan pesan Yang tak terpilih Harus terbuang dan tak berhasil terinterpretasikan oleh penerima. 2. Orang Melihat Sesuatu Konsistente Dengan Apa Yang Mereka Percayai. Manusia cenderung memilih pesan yang ingin ia interpretasikanischen konsisten dengan apa yang ia percayai. Maksudnya, kecenderungan untuk menyandikan pesan sudah diatur di alam bawah sadar seseorang sehingga terkadang pesan yang tak sesuai dengan kepercayaan yang ia bawa akan tersisih. Konsep ini juga sama dengan prinsip primordialisme atau stigma yang mendasarkan penilianischen terhadap yang 8220sudah ada8221 bukan yang 8220sedang ada8221. 3. Arti Suatu pesan terjadi Pada Ebene isi dan hubungan Isi pesan adalah hal-hal substansial Yang tekandung di dalam sebuah pesan, baik itu ide, Gagasan, pendapat, dan hal-hal gelegen Yang bersifat informatif, sedangakan hubungan merujuk Pada pola bagaimana penyampaian pesan Tersebut berlangsung, utamanya emosi yang menyertai dalam proses pengiriman pesan. Misalnya dapat ditemukan pada bentuk ekspresi, baik itu tersenyum, berduka, ceria dan hal-hal relasional lainnya. Ketika hal ini tidak terpenuhi dalam proses Komunikasi, baik dikarenakan adanya ketidaksinambungan isi pesan dengan hubungan atau misinterpretasi komunikan terhadap bentuk atau pola Kedua hal tersebut, menyebabkan acapkali distorsi pesan mudah terjadi. 4. Distorsi Pesan Diperkuat Oleh Tidak Adanya Kesinambungan Antara Bahasa Verbal Dan Nonverbale Seperti Yang pernah dibahas dalam dasar-dasar ilmu Komunikasi, pesan verbal dan nonverbale memiliki sinergitas Yang erat Pada proses Komunikasi. Konsistensi kedua bentuk pesan tersebut dalam rangka menyempurnakan isi pesan sering menemui kegagalan. Ketidaksinambungan antara isi pesan verbalen dengan tampilan pesan nonverbalen membuat distorsi dalam interpretasi pesan semakin meninggi. Misalnya, jawaban Yang disampaikan adalah 8220baiklah8221 namun diikuti dengan mimik kekecewaan seakan jawaban sebenarnya adalah 8220tidak8221 Akan menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian Pada diri komunikan. Namun biasanya, komunikan lebih memilih mempercayai pesan nicht verbal yang diasumsikan sebagai 8220kejujuran yang tak terkendali8221. 5. Pesan Yang meragukan mengarhakan Pada gangguan sering (Judul sudah cukup menjelaskan): p 6. Kecenderungan Memori ke Arah Penejaman dan Penyamarataan Details Secara psikologis dan neurologis, Manusia memiliki dua kecenderungan ekstrim dalam menginterpretasi sebuah pesan. Pada satu kecenderungan, Manusia tertentu Lebih sering menggeneralisasikan Informasi Yang ia dapat dan buru-buru menyimpulkan tanpa verifikasi Detail pesan itu Lebih rinci lagi, namun Pada sisi gelegen, ada juga tipe interpretasi Manusia Yang cenderung menspesifikasi Stimulus pesan Yang ia terima Lebih rinci sehingga Detail pesan Yang sebenarnya dapat diterima als makna pesan yang dikirim oleh komunikator dapat menemukan kesepahaman dengan komunikan. 7. Motivasi Motivasi seorang komunikan dalam menginterpretasi sebuah pesan juga memiliki pengaruh tersendiri terhadap pemunculan distorsi atau gangguan pesan dalam sebuah Organisasi. Ada tiga bagian motivasi pencetus distorsi pesan menurut Muhammad Arni dalam Unternehmen 8220Komunikasi Organisasi8221, yaitu a. Sikap terhadap pesan sikap negatif prematur seseorang terhadap isi sebuah pesan, setelahnya mampu memengaruhi interpretasi isi pesan secara keseluruhan. Artinya, impresi yang buruk yang isi pesan berikanischen dapat menjadi penentu gangguan yang muncul dalam penyandian makna pesan. B. Keinginan atau minat. Keinginan atau MiNaT seseorang terhadap unsur-unsur Komunikasi, baik itu Pada kualifikasi subjektif Komunikator atau nilai subjektif komunikan terhadap isi pesan dapat memengaruhi Tingkat keseragaman Makna antara komunikan dengan Komunikator terhadap isi pesan. C. Keinginan komunikator untuk memodifikasi pesan yang ingin dikirimkan. Jika kedua faktor sebelumnya berbicara dari sisi komunikan, maka aspek ketiga ini menyasar faktor internen komunikator. Komunikator terkadang melihat kesesuaian antara konteks pesan dengan khalayak yang ia ingin paparkan pada pesan tersebut. Komplektisitas sebuah pesan dapat mengalami Modifikationen 8220habis-habisan8221 ke arah bentuk pesan yang lebih sederhana und dapat dimengerti oleh komunikan. Nam................................................................. Faktor organisasi yang mempengaruhi distorsi 1. Kedudukan atau Posisi dalam Organisasi. Struktur fungsional Dalam Organisasi Yang menempatkan seseorang atau sekelompok individu ke dalam divisi-divisi atau bagian-bagian fungsi menjadikan seleksi kepentingan pesan berdasarkan pembagian peranan. Misalnya dalam sebuah organisasi, informationen mengenai divisi administrasi akan diabaikan oleh bagian keuangan karena perbedaan peranan di antara kedua fungsi organisasi tersebut. Dan sebaliknya, hal tersebut berlaku terhadap fungsi-fungsi organisasi yang didivergensikan. 2. hierarki dalam Organisasi Struktur hierarki Yang membedakan tingkatan posisi Mitglieder Nutzer satu sama gelegen Secara vertikal, juga dapat meningkatkan perubahan Makna pesan atau distorsi jikz ditransmisikan antara satu individu Yang memiliki posisi hirarki Yang Lebih tinggi ke Mitglieder Nutzer gelegen Yang terletak di struktur Yang Lebih rendah. Mitglieder Nutzer Yang Lebih rendah Secara struktural Akan COBA Lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan ke atasannya, sehingga pesan Akan mengalami banyak modifikasi Agar dapat diterima seperti Yang diinginkan bukan seperti Yang seharusnya. 3. Keterbatasan Berkomunikasi Peraturan Organisasi Yang membatasi ruang lingkup berkomunikasi antar Mitglieder Nutzer dalam Koordinasi kegiatan dan keputusan8212demi mencapai keseragaman8212membuat Organisasi melimpahkan pembuatan kebijakan, baik dalam Koordinasi kegiatan maupun keputusan-keputusan mendasar, dengan cara sentralisasi, dalam artian perakitan kebijakan dibebankan Pada sekelompok orang yang terkumpul dalam Struktur fungsional khusus. Namun, hal ini lagi-lagi rawan memunculkan distorsi pesan akibat melimpahnya arus Komunikasi Yang mesti diolah oleh divisi tersebut, sehingga demi melakukan penyesuaian untuk menghindari pesan bila terlalu banyak dan untuk menjaga tidak terputusnya urutan dalam proses Informasi, individu dalam divisi tersebut bisa saja melakuakn beberapa hal berikut: 8226 Mengabaikan beberapa pesan 8226 Menunda respon bagi pesan yang Penting 8226 Menjawab atau berespons hanya terhadap bagian Dari beberapa pesan 8226 Menggunakan Waktu yang untuk TIAP-TIAP pesan 8226 Memblok pesan sebelum masuk System 8226 sedikit Mengurangi standar untuk membiarkan beberapa kesalahan dalam respon terhadap Pesan 8226 Mengurani beban Antworten terhadap beberapa pesan. 4. Hubungan Yang tidak Persönliche Organisasi formale umumnya menciptakan kondisi hubungan yang juga formale nicht-persönliche. Relasi lebih ditekankan ke kepentingan formalen organisasi alih-alih menjalin kedekatan yang menyasar sisi emosional. Hal tersebut menjadikan Konteks Komunikasi bersifat pragmatis dengan penyampaian pesan Secara auf den Punkt tanpa adanya pertimbangan reaksi Yang mungkin ditimbulkan jika pesan dikirimkan. Ketertutupan terhadap Aspek afeksi ini Mampu menciptakan rasa frustasi karena efek pengekangan dan tuntutan kesiapsediaan dalam menghadapi kondisi 8220tanpa emosi8221 dalam sebuah Organisasi. 5. Sistem Aturan dan Kebijaksanaan Hampir sama dengan faktor sebelumnya, distorsi akibat sistem aturan dan kebijaksanaan Yang berlaku dalam Organisasi kebanyakan disebabkan oleh keformalan Yang keterlaluan, SIFAT 8216tradisional8217 Yang Keras dipertahankan, aturan kaku Yang mengikat Kuat dan sifat-SIFAT kebijaksanaan Yang frigide terkesan, dingin Terhadap adanya keterbukaan yang sebenarnya bisa diciptakan melalui komunikasi zwischenmenschliche yang emosional. 6. Spesialisasi Tugas Spesialisasi mungkin akan menciptakan ktsisteman dan produktifitas, namun keterfokusan juga akan berdampak pada munculnya keapatisan antarindividu. Sifat bersaing dan semangat kompetisi Membrane pesan atau informasi menjadi bagian yang tak ketinggalan dijadikan 8220alat8221 untuk merebut mendominasi. Akibatnya pesan sering ditunda, dipendam atau bahkan diubah insgesamt, dan hal ini tentu akan menciptakan distorsi pesan yang parah. 7. Ketidakpedulian Pimpinan Sikap tidak peduli dari pimpinan organisasi juga merupakan pengalaman dalam proses komunikasi. Ada empat hal Yang memberikan sumbangan terhadap sikap tidak Peduli ini, yaitu: 8226 Pimpinan sering gagal mengirim pesan Yang di butuhkan kariawan 8226 Kebanyakan Organisasi Pada dasarnya tidak menginginkan Komunikasi dua arah. 8226 Kondisi menghalangi komunikasi yang efektif dan der hubungkan dengan tidak ambil pusing yang mendalam. 8226 Keragu-raguan dan daya tahan perhatianischen yang sebentar merupakan hambatan bagi komunikasi yang efektif. 8. Prestise Seperti halnya hierarchi dalam organisasi, tingkatan prestise seseorang einzelnes dapat menjadi sumber intimidasi terhadap einzelnes lain dalam proses komunikasi. Seorang Mitglieder Nutzer Organisasi Yang memiliki nilai prestisius Yang Lebih tinggi Akan mudah menciptakan distorsi pesan dalam proses komunikasinya dengan Mitglieder Nutzer gelegen Yang Lebih rendah Secara tingkatan Ebene prestise. 9. Jaringan Komunikasi Hambatan terakhir yang terdapat dalam faktor-faktor organisasi yang dapat menciptakan distorsi pesan adalah jaringan komunikasi yang dilewati pesan. Semakin banyak jaringan komunikasi yang harus dilewati oleh pesan, semakin rawan pula pesan tersebut mengalami perubahan makna substansial. Modifikasi isi pesan Yang didapat seseorang untuk kemudian diretransmisikan kepada Mitglieder Nutzer gelegen adalah hal Yang jamak dilakukan dengan Alasan untuk menyesuaikan dan sebagai cara pengkondisian Komunikator terhadap komunikan. Padahal hal ini tak jarang dapat mengubah atau malah melencengkan makna awal dari isi sebuah pesan. F. Usaha-Usaha untuk mengurangi distorsi 1. Menetapkan Lebih Dari Satu Saluaran Komunikasi Salah satu cara untuk menemukan gangguan dengan menginformasikan pesan itu dengan berbagai sumber pesan. Hal ini dapat di lakukan dengan cara berikut: 8226 Menggunakan sumber Informasi Yang di luar Organisasi termasuk Materi ayng Telah dipublikasikan, teman Dari Organisasi gelegen, langganan Organisasi, teman Dari Organisasi Yang gelegen, kenalan dan desah DeSUS. 8226 Menciptakan bidang tanggung jawab yang tumpang tindih diantara karyawan sehinnga adanya kompetensi dlam proses komunikasi. 2. Menciptakan prosedür Untuk Mengimbangi Distorsi prosedür di sini diartikan sebagai proteksi awal terhadap pesan dengan mendasrkan pengurangan distorsi melalui pengenalan faktor-faktor persönliche dan organisasional Yang Telah dibahas sebelumnya. 3. Menghilangkan Pengantara Antara Pembuat Keputusan Dengan Pemberi Informasi Konsep diferensiasi atau perbedaan yang sejajar bis zu diterapkan untuk mengurangi perubahan makna pesan. ................................................. Kedatarische struktur ini nantinya akan mengurangi distorsi pesan akibat komunikasi vertikal karena jaringan yang harus dilalui oleh pesan menjadi lebih sedikit. 4. Mengembangkan Pembuktian Gangguan Pesan Cara terakhir dalam mengurangi distorsi pesan adalah dengan meniptakan sistem pesan Yang tidak boleh atau tidak dimungkinkan untuk diubah artinya Selama dalam proses pengiriman. Walau pun cara ini tidak selalu berhasil namun dengan kehati-hatian Yang Lebih tinggi Pada Aspek pemilihan pesan, pengkualifikasian isi pesan, penukaran penekanan Kalimat dalam pesan, penghilangan istilah Yang mungkin bersifat ambigu, dan pertimbangan terhadap faktor persepsi penerima pesan, diharapkan Mampu mengurangi distorsi Yang Mungkin menjangkiti pesan dalam organisisasi. Daftar Pustaka Muhammad, Arni. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara, 2009 Effendy, Onong Uchjana. Ilmu, Teori Dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2003. Panuju, Redi. Komunikasi Organisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.


No comments:

Post a Comment